hidup tanpa musik

Music expresses that which can not be said and on which it is impossible to be silent. ~ Victor HugoMusic charges us like a battery and fills us with the energy

Bagaimana rasanya hidup tanpa musik??,  sungguh belum bisa sy bayangkan.

Well.. karena belum bs sy bayangkan, tentunya g bakalan bisa sy ceritakan isi bayangan sy itu. Tp kalo kalian bisa bayangin gimana rasanya hidup tanpa musik, yo wes bantulah kodokz ini untuk menjabarkan tentang hidup tanpa musik.

Sy disini hanya mau nulis beberapa lagu yang slalu menemani saat menjelajahi dunia *baik nyata maupun maya* :lol:. Ini adalah lagu yg lagi ada di playlist sy sekarang*play over n over again*

  • Secondhand Serenade :  your call, something more  & stranger
  • James Blunt : same mistake, tears n rain
  • Paramore : the only exception, ignorance
  • Colbie Caillat : you got me, fallin’ for you
  • Michael Buble : everything
  • One republic : all the right moves
  • Parachute : the mess i made
  • Music for sale : far away from you
  • Black eyed peas :  i gotta feeling
  • John Mayer : say, who says, half of my heart
  • Maliq & d’essentials: coba katakan
  • Vanessa Carlton : thousands miles
  • Five for fighting : superman

ps : lagunya rada mellow,  entah karena efek tengah malam *ngga nyambung…..* atw apa.. 😳

Advertisements

32 thoughts on “hidup tanpa musik

  1. Cahya says:

    Sepertinya tidak satu-pun dari daftar di atas yang terdengar familiar.

  2. cefer says:

    iya neh hampir stiap hari dengerin lagu.. pasang hedseat > melototin laptop > coding > and angguk2 kepala deh..

    😀

    tapi saya termasuk penggemar musik local..
    dari list mu keknya lagu luar smua ya..

    *maklum toefl saya pas2an..hihihi..

  3. kodokz says:

    bukanx sy g suka musik lokal, tapi kebetulan ini yg lagi ada di playlist sy wktu nulis artikel ini….
    tp ada satu lo yg bukan, lagux si maliq n d’essentials…

    bukanx toeflku tinggi makax suka denger lagu barat.
    tp karena pengen nilai toefl tinggi makax denger lagu barat dah :P…

  4. mr, kem says:

    ga ada dangdut nya ya…hehe

  5. d'amateur says:

    black eyed peas & john mayer my favo….

  6. Masda says:

    weleh kalo g ada musik gue juga g bsa maen gitar lagi dunk, btw secondhand ane juga suka, hehe,,,

  7. kodokz says:

    oh ya…tooss dulu…
    smua lagunya secondhand sy suka 😆

  8. subebeck says:

    hem, hidup tanpa musik gimana ya? pasti ndak ada yang kaya dari musik, pasti ndak ada situs mp3 gratis, pasti ndak ada RBT yang nyedot pulsa secara paksa, pasti keong racun punah sejak dulu… :p

  9. kodokz says:

    kalo g ada musik tentunya g bakalan ada ungu, peterpan, dan teman2x 😀

  10. asep.gelo says:

    eh, aku kok masih komen di blog ini lagi sih (doh)

  11. kodokz says:

    hmmm…
    (hassle)

  12. Eyangkung says:

    Eyangkung sengaja nglongok blog mbak Kodokz, yang saya yakin ini juga blognya komunitas muda. Kalau sudah bergaul dengan anak-anak muda ini rasanya saya benar-benar merasa tua. Saya merasa lansia yang barangkali ada yang muda tanya tentang kehidupan orang-orang uzur, eyangkung nanti bisa memberikan gambaran tepat!
    Membaca artikelmu tentang musik ini saya yakin mbak Kodokz seorang penggemar musik. Menurut saya hidup tanpa musik ibarat sayur tanpa garam. mana enaknya? Mana nikmat dan lezatnya? Artinya dengan kita mampu merasakan dan menghayati musik, hidup kita akan lebih bahagia dan…… panjang!! Musik itu memperhalus rasa, hat dan jiwa.
    Ini kebetulan kalau koleksi musikmu ada lagu AVE MARIA yang dinyanyikan Conie Francis tolong eyangkung dikirimi filenya. Lagu tersebut penuh nostalgia. Pada waktu itu saya masih muda th 67-an. sangat terpukau ketika mendengar alunan lagu Ave Maria yang diiringi musik symphoni/orchestra dari sebuah piringan hitam. Kalau malam hari lampu temaram saya mendengar lagu dan iringan musiknya, bulu kuduk saya berdiri dan air mata titik…….. Sekian lama saya memburu lagu dan musik tersebut persis yang di p.h. belum dapat juga. Bantuan mbak Kodokz sangat berarti bagi eyangkung lansia ini. Besar terima kasihku untuk semuanya itu.

    • kodokz says:

      kok rasanya tua???
      bukannya bergaul dengan anak2 muda bakalan merasa muda juga… 😀

      Lagu AVE MARIA saya ngga punya,
      tapi saya akan bantu Eyang buat dapetin lagu itu, kebetulan teman saya ada yang tau lagunya mungkin saja dia punya filenya.
      kemaren liriknya udah saya baca… dan memang menarik..

      makasih kunjungannya Eyang 🙂

  13. asep.gelo says:

    (doh) lupa lagi dunlod secondhand serenade

  14. Eyangkung says:

    Itu benar mbak Kodokz. Orang-orang lansia yang bergaul dengan kawula muda biar semangat tetap muda. Tetapi Eyangkung harus tetap merasa tua dan semakin tua agar jangan bertingkah macam-macam, gitu! Tanyakan saja hal ini kepada papamu, tentu beliau setuju pendapat saya ini.

    Eyangkung sangat terimakasih atas atensimu untuk mencarikan lagu yang saya ingini. Memang sudah banyak lagu Ave Maria yang bisa saya dapatkan, tapi lagu Ave Maria yang dinyanyikan Connie Francis dengan iringan orchestra seperti dalam album piringan hitam sampai sekarang masih menjadi obsesi. Kalau tidak salah album ph itu di dalamnya juga ada lagu ‘The bell of Sint Mary’; ‘Aura Lee’ ‘Come back to Soorento. Tahun 60-an koleksi ph yang banyak milik pamanku itu saya paling terkesan adalah lagu Ave Maria. Dulu setiap kali dengar bulu kuduk saya selalu berdiri dan ….. titik air mata! Wah, dramatis dan melankolis sekali, ya? Pada waktu itu saya baru semester pertama kuliah diperguruan tinggi. Meninggalkan cinta pertama. Terpisah jarak yang sebenarnya tidak terlalu jauh. Ha, ha, haaaaaa………

    Kalau mbak Kodokz sudah dapat lagu itu, tolong eyang diberi tahu lewat email ya. Saya sangat berterima kasih.

    • kodokz says:

      iya eyang saya akan berusaha dapetin lagu itu…

      wah, Eyang sepertinya pernah ngerasain LDR ya???[Long distance relationship]

      • Eyangkung says:

        Betul !!
        Sekalipun jarak yang tidak terlalu jauh, hanya jalan darat sekitar 3 jam. Untuk anak muda seusiamu pisah dengan kekasih sekalipun tidak terlalu jauh rasanya…… tahu sendirikan?
        Dampak positifnya saya masa itu banyak menghasilkan puisi dan geguritan (=puisi Jawa) tentu saja nuansa cinta dan cinta. Untuk Eyang pribadi yang asli Jawa ini, puisi dengan bahasa Jawa ini lebih menyentuh. Banyak puisi dan geguritan sebagai ungkapan perasaan. Suatu saat nanti beberapa puisi/geguritan itu akan saya postingkan di blog semesem.com. Beberapa juga ada yang sudah dimuat di majalah berbahasa Jawa.
        Banyak puisi cinta yang saya tulis selama lima tahun. Akhirnya…….. PUTUS!!!
        Kalau kadang-kadang saya baca puisi-puisi kenangan tersebut, eyang tertawa terkekeh-kekeh. Kok bisa jaman muda eyang nulis seperti itu, ya? Ha, ha, haaa

        • kodokz says:

          iya Eyang, bagus kalo puisinya ditampilkan di semesem.com

          wah, sayang ya bisa putus padahal udah pacaran 5 tahun,
          hmmm, tapi itu artinya dia bukan jodohnya Eyang, iya kan?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s