A story

Dan disinilah saya sekarang, di tempat yang berbeda sejak  14 hari yang lalu. Dan disini pun saya punya rutinitas baru. Saat dimana saya harus menikmati beberapa petuah, cerita, dan pesan dari nenek yang tiap harinya selalu sama. Kadang2 saat dilanda kebosanan jadi pendengar, saya berusaha untuk menganggap itu adalah suatu dongeng, dongeng yang menarik dan lucu.  Terlalu dipaksakan mungkin, tapi  begitulah kenyataannya.  Terlalu munafik jadi pendengar, tapi saya hanya berusaha.

Dialah nenek yang kadang2 selalu tahu saat buah srikayanya berkurang walau hanya satu 😆 , dia  yang sangat benci  semut.  Dan tentunya dia adalah nenek yang selalu berusaha mencari cara supaya cucu2nya bisa duduk diam jadi pendengar yang baik atas ceritanya, walaupun  kadang2 ngga jelas alurnya .

Kadang2 ceritanya waktu ibu saya masih muda, bahkan saat dia sendiri masih muda pun ada. Tentang bagaimana sedihnya dia saat anaknya yang masih 4 tahun meninggal gara2 air panas, tentang bagaimana sakitnya saat kakek saya punya istri baru . Sampai ke cerita tentang seorang cucu temannya yang sekarang sedang *mencari pendamping*, yang hanya bisa  saya tanggapi dengan sebuah senyum. Yah kamu tahu kan?  inilah yang paling saya hindari.

Yah walaupun semua itu masih harus saya lalui sampai sebulan kedepan, saya berusaha. Ini  rutinitas yang mungkin amat membosankan tapi saya berusaha menikmatinya karena saya tahu suatu saat nanti saya pasti akan merindukan saat-saat seperti ini. Saya masih tetap bertahan disini, kenapa?? karena kadang-kadang kita harus melupakan ego kita untuk melihat orang lain merasa puas dan tersenyum.

ps : ini bukan cerita tentang bagaimana nenek saya yang begitu cerewet. dia sama sekali ngga cerewet kan??? 😛

Advertisements

26 thoughts on “A story

  1. fdn says:

    ya begitulah nenek2, di mana-mana kok gitu ya kebanyakan hehe

  2. kodokz says:

    udah kodratbnya mgkn.. 😆

  3. subebeck says:

    SATU KATA: sama!!!

    Ahahha… ternyata kalau udah tua pada cerewet ya? tapi kadang aku malah seneng, soalnya bisa tahu sejarah, tahu tentang gimana dulu Jepang dan Belanda menjajah… 😀

  4. kodokz says:

    ahaa…. toss dulu!!! 😆

    mungkin kalo kita udah tua bukan cerita ttg Belanda dan Jepang yang menjajah Indonesia..
    tapi mungkin cerita tentang pemerintahan yang gayus… 😛

  5. alisnaik says:

    selamat pagi.

    si nenek diajari bikin blog aja 😉

    terima kasih dan mohon maaf

  6. mr, kem says:

    saat usia orang menjelang senja, disana kodrat nya manusia kembali seperti anak2..mereka berharap adanya perhatian yang lebih, kasih sayang yang lebih..kembali manja, apa – apa minta dituruti.

    banyak pelajaran yang bisa diambil dari kehidupan ini, terlebih menyangkut dengan usia seseorang. saat kita masih kecil, sering kita rewel..manja dll..saat kita beranjak dewasa dan berumah tangga saat nya kita merasakan bagaimana rasanya jika melihat anak kita rewel dan manja, bagaimana susahnya merawat anak dll. saat kita beranjak tua..disana siklus itu mulai kembali ke awal…itulah hukum alam. semoga kita bisa terus menjadi manusia yang lebih baik, dan bisa membalas budi baik orang tua ataupun kakek nenek kita..

  7. asep.gelo says:

    hahaha…….

    masih tentang nenek lagi ya.
    mungkin gak cerewet kok. cuman perhatiannya sedikit berlebih 😀

  8. MENONE says:

    jumpa pertama nich………………..salam knl

  9. cefer says:

    haha,, ya itulah mungkin dia punya kesenangan tersendiri saat berbagi cerita pada anak cucunya..

    ^^V

  10. andre says:

    hehe dari kmaren ceritanya tntang nenek :D, di ikutin aja ke lomba nih cerita, sapa tau menang

  11. Masda says:

    Semua kecerewetan nenek juga yang terbaik bagi kita dok, hehe… 😀

  12. Nenek !!
    jadi teringat Nenek saya juga neh,…

  13. Setelah romadhon berakhir dan di syawal ini kami ingin katakan:

    Tiada kata yang indah selain saling maaf memaafkan di bulan suci nan fitri .Bila ada kata sikap dan pelayanan kami yang tak sepantasnya. Kami atas nama Pimpinan (dr Muhammad ali toha assegaf) dan kawan-kawan di Rumah-sehat afiat mengucapkan:

    Selamat Hari Raya Idul Fitri 1431 H, Mohon Maaf Lahir Dan Batin
    “Taqabbalallahu minnaa wa minkum. Taqabbalallahu yaa kariim. Waja’alnallah.

    Wa iyyakum minal ‘aidiin wal faa iziin..
    Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mohon Maaf Lahir Dan Batin”

    Semoga kebersamaan yang terjalin selama ini bisa memberikan keberkahan dan kebaikan untuk kita semua. Amien

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s