a poem

Kemaren saya dapat puisi dari Eyang, Ini Puisinya :

Untuk cucuku
(oleh: Kakanda AS.)

Kulepas rinduku di sini
ketika semburat dewangkara tak lagi menghangatkan
dan kegaduhan siang dibawa senja disaput keheningan
dalam langit lembayung di ayunan adarati

Kukidungkan gita malam itu di sini
dibuai bayu menyapa purnamasidi
bergaung sunyi dalam dhedhet erawati
menyejukkan rasa menenteramkan hati

Kuhentikan langkahku
ketika tangismu memanggil namaku
aku tak tega terus berlalu
tangismu rindukan pelukan ibu
isakmu butuhkan ayunan bapamu

Mata renta ini tak lagi berair
kaki rapuh menuju langkah terakhir
bukan abimantra kutinggalkan untukmu
namun sederet doa dalam untaian kata syahdu

Kulanjutkan langkah setelah usai tangismu
tak lagi cemas walau tetap ada duka dihatiku
Karna amara selalu mengawalmu
Dan amaranggana memeluk menggendongmu

Aku bersyukur
walau tubuhku hancur
ketika melihat dirimu telah bahagia
menjadi anggana raras puteri wiyungga

Sorogenen, Oktober 2010

Makasih Eyang ๐Ÿ˜†

Advertisements

26 thoughts on “a poem

  1. Eyangkung says:

    Hei, mbak Kodokz,

    Kenapa harus bersumpah? Temen-temen blogger kan selalu harapkan dirimu selalu baik, ceria mood, santai, segar dst. Suatu saat kita bermasalah, suatu ketika bosan jenuh tertekan….. Itu wajar, orang hidup. Maka eyangkung pernah kasih saran: ungkapkan kesesakan dadamu dalam tulisan, corat-coret, puisi, prosa. Kemudian diposting di blog teman-teman blogger bisa ikut emphaty. Oh, kodokz sedang bingung ini. Kodokz sedang bosen, Kodokz meracau lagi, bego lagi……
    Bersama-sama temen blogger yang saling berinteraksi semua mudah cair. Kalau didunia nyata banyak kecurangan, ketidak adilan, mari didunia maya ini kita bentuk lingkungan yang damai sejahtera………..
    Nampaknya Kakanda mencoba menyisipkan kosakata bahasa Kawi. Tapi ada yang belum saya fahami maknanya: “Poin renta ini tak lagi berair……” Ini ungkapan atau perumaanpamaan yang bermakna dalam, ya??

  2. wien says:

    wah seneng ya ada yg ngasih puisi ๐Ÿ˜€

  3. Salam Kenal Putri….
    Saya juga termasuk cucu-na Eyang kakung lho…….
    Wah Blog-na keren deh….
    besuk lagi pasti aku main ke blog ini….buat komen – komen boleh ya….hehehe

  4. yoenita says:

    salam kenal kodokz,

    aku tertarik posting puisi ini di blog ini. cukup piuitisasinya. menggambarkan kasih sayang serang kakek pepada cucunya yang ditinggal ayah-bundanya sejak kecil. tepi kayaknya pakai bahasa tertentu yng jlas bukan bahasa indonesia. karna kamusku nggak ada.
    dewangkara, amara, amaranggana apakah itu bahasa toraja? artinya apa?

    wiyungga kuingat diblog eyangkung sering nyebut2 itu. artinya=kodok?
    loh eyang yang ksih puisi ini apa sama eyangkung blogger dr yogya itu? eyangmu itu apa kini di makasar? wah….. penasaran he-he.
    besok tanya lagi boleh, ya

  5. andre says:

    wah keren puisinya…

  6. puisinya bagus deh ๐Ÿ˜€ hehehehe. selamat ya dapet puisi dari eyang.

  7. Mr, Kem says:

    hmm..eyang jago banget buat puisinya…kapan ya ngirim ke saya..hehe

  8. Masda says:

    ntuh mbak, minta diajarn eyang aja, lebih jago kegna… :p

    • kodokz says:

      ini juga contoh dari eyang…
      semakin banyak guru semakin bagus kan…
      hehehe

      • Eyangkung says:

        Mat malam putri Wiyungga,

        Habis posting puisi ini lama nggak muncul, ya? Sehat dan ceria saja kan? Ini akan Eyang lengkapi arti kata2 bahasa Kawi yang dipakai dalam puisi ini. Bahasa Kawi adalah bahasa Jawa Kuno yang digunakan masyarakat Jawa sejak abad pertama s/d 15. Eyangkung nyoba memasukkan bahasa Kawi ini untuk menambah keindahan bahasa puisi ini dengan memilih kosakata yang bagus ‘intonasinya’ juga untuk pembentukan lagu/sajak dalam tiap bait: i,n,n,i – i,i,i,i – u,u,u,u – ir,ir,u,u – u,u,u,u – ur,ur,a,a. Sekaligus juga untuk mengingatkan kepada kawula muda bahwa kosakata tersebut sudah tercatat dalam khazanah budaya bangsa. Perlu diketahui bahwa untuk pengembangan bahasa Indonesia juga sudah memperkaya dengan mengadopsi bahasa-2 daerah termasuk bahasa Jawa Kuno atau Kawi. Baca :TEMBUNG JAWI yang pernah diposting dalam blognya Eyangkung di semesem.com. Bahasa Kawi yang digunakan dalam puisi: UNTUK CUCUKU sbb:
        dewangkara=matahari adarati=mega,awan
        bayu=angin gita=lagu purnamasidi=bulan tgl 15 jawa (bulat)
        dhedhet erawati=suara malam bercampur suara angin lembut
        abimantra=mantera amara=dewa – amaranggana=dewi
        angganararasa=wanita cantik wiyungga=kodok, katak

        Semua orang tentu setuju bahwa cucu Eyang yang dulu gadis kecil ini sekarang sudah menjelma Puteri Wiyungga yang cantik jelita!!

  9. alisnaik says:

    puisi nya memiliki rima ๐Ÿ˜ฎ

  10. hudaesce says:

    Permisis Numpang lewat….,
    Giliran Ronda malam nih…….,wah,puisinya relevan ma suasana hati nih. ๐Ÿ™‚

  11. igas says:

    eyank yg perhatian

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s